Label

Sabtu, 09 Mei 2020

BAHASA DAN LINGUISTIK

Bagi mahasiswa program studi pada rumpun bahasa, baik pendidikan bahasa, sastra, maupun linguistik, pasti tidak asing dengan kata bahasa (language) dan linguistik. Terkadang pengguaan dua kata tersebut timpang tindih. Dalam konteks tertentu harusnya menggunakan kata bahasa, tetapi digunakan kata linguistik. Begitu juga sebaliknya.
Terdapat perbedaan antara bahasa dengan linguistik. Bahasa—dalam istilah bahasa Inggris yaitu language—adalah rangkaian lambang bunyi yang digunakan dalam komunikasi manusia. Linguistik adalah ilmu atau kajian tentang bahasa. Jadi, bahasa diibaratkan benda A, sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang benda A. Untuk memahami kedua istilah tersebut, berikut penjelasan secara rinci tentang bahasa dan linguistik.

BAHASA
Banyak para linguis (ahli bahasa) yang memberikan definisi tentang bahasa. Dalam KBBI, bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016). Di sisi lain, Keraf (1997) mendefinisikan bahwa bahasa adalah alat komunikasi antarelemen masyarakat yang dimanifestasikan dalam bentuk simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dari ketiga pengertian di atas, dapat ditarik simpulan bahwa bahasa adalah sistem simbol bunyi yang oral, arbitrer, dan konvensional pada masyarakat tertentu dan waktu tertentu.


Dari pengertian di atas, ciri bahasa minimal ada empat , yaitu

Sistem Lambang Bunyi
Bahasa merupakan serangkaian bunyi yang memiliki sistematika/susunan tertentu. Misalnya, bunyi palu terdiri atas bunyi [p]-[a]-[l]-[u]. Jika susunannya diubah menjadi [l]-[u]-[p]-[a] akan menjadi bunyi lupa. Perbedaan susunan bunyi tersebut akan berakibat pada pembentukan makna dan maksud yang lain.
Lalu, bagaimana dengan sistem lambang tulis? Sistem lambang tulis dalam bahasa digunakan sebagai medium lain pada penyampaian bahasa. Pada hakikatnya (baca: awalnya), bahasa adalah sesuatu yang berhubungan dengan bunyi. Dalam perkembangannya—pada jaman aksara—medium bahasa dituangkan juga pada media tulis.

Arbitrer
Secara bahasa, arbitrer berarti mana suka. Pada zaman dahulu, untuk menyatakan suatu benda orang menamai sesuatu secara mana suka. Untuk menyebut apapun juga secara mana suka. Disadari atau tidak, kita pernah bertanya bagaimana kuda (hewan) disebut kuda (kata kuda). Begitupun dengan benda yang lain, seperti paku, palu, spidol, sepatu, dan lainnya. Penamaan benda-benda tersebut pada awalnya juga tidak ditemukan. Bahasa berasal dari sebuah penyebutan mana suka untuk mempermudah penyampaian pesan pada masyarakat tertentu dan dalam waktu tertentu. Artinya, seiring berjalannya waktu, penyebutan paku juga bisa berubah.

Konvensional
Setelah bersifat arbitrer, bahasa juga bersifat konvensional. Artinya, bahasa didasarkan pada kesepakatan bersama masyarakat pada tempat dan waktu tertentu. Dasar dari konvensional tersebut juga tetap pada kearbitreran masyakat pada penamaan sesuatu.

Oral
Bahasa adalah bunyi yang tersistem yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Suara burung beo adalah suara yang hampir sama dengan manusia. Akan tetapi, suara yang dihasilkan beo bukanlah sebuah bahasa karena alat ucap beo berbeda dengan alat ucap manusia. Pada linguistik akan dibahas pada kajian fonologi tentang artikulator manusia yang digunakan untuk menghasilkan sistem bunyi tertentu. Jadi, bahasa hanyalah milik manusia.
Seiring berjalannya waktu, makna bahasa mengalami perluasan. Jika bahasa yang awalnya diartikan sebagai sistem simbol yang memiliki ciri oral (dihasilkan oleh alat ucap manusia), sekarang bahasa diartikan lebih luas sebagai sesuatu yang digunakan sebagai komunikasi manusia. Oleh karena itu, ada beberapa linguis yang mengartikan bahwa isyarat itu juga sebagai bahasa sehingga dikenal sebagai bahasa isyarat (tidak memiliki sistem simbol bunyi). Hal tersebut tidak dapat dimungkiri karena bahasa dan komunikasi sangat erat kaitannya sehingga pengembangan bahasa juga terpengaruh pada perkembangan pada bidang komunikasi.


LINGUISTIK
Seperti yang telah dijelaskan di atas, linguistik adalah ilmu tentang bahasa. dalam KBBI, linguistik berarti ilmu tentang bahasa; telaah bahasa secara ilmiah (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016). Saussure  menyatakan bahwa terdapat beberapa istilah dalam mengkaji linguistik, yaitu langue, language, dan parole. Langue berarti bahasa tertentu seperti pada fras bahasa Indonesia, bahasa Jerman, dan sebagainya. Language berarti bahasa pada umumnya, seperti termuat dalam kalimat manusia mempunyai bahasa, binatang tidak mempunyai bahasa. Sedangkan parole adalah bahasa dalam wujudnya yang nyata, konkret, yaitu berbentuk ujaran (Muliastuti, 2009). Dari istilah- istilah dari de Saussure, dapat dikatakan bahwa objek dari linguistik adalah hal-hal yang dapat diamati dari bahasa yakni parole dan yang melandasinya yaitu langue.
Dalam pengkajiannya, linguistik dibagi menjadi beberapa jenis atas dasar tertentu. Kridalaksana (1983) membagi linguistik menjadi dua bidang utama, yaitu mikrolinguistik dan makrolinguistik. Mikrolinguistik diartikan sebagai bidang linguistik yang mempelajari bahasa yang kedudukannya sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Mikrolinguistik berfokus pada struktur pada bahasa itu sendiri. Makrolinguistik adalah bidang linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan ilmu lain, seperti psikologi, sosiologi, forensik, dan lainnya. pembagian mikro dan makrolinguistik tersebut, dapat dilihat pada gambar berikut.


Dari gambar di atas, mikrolinguistik dibagi menjadi dua, yaitu mikrolinguistik bersifat umum dan mikrolinguistik untuk bahasa-bahasa tertentu. Yang termasuk mikrolinguistik yang bersifat umum terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Mikrolinguistik untuk bahasa-bahasa tertentu terdiri atas linguistik deskriptif, linguistik historis, linguistik komparatif, linguistik diakronis, linguistik sinkronis, dan linguistik kontranstif. Makrolinguistik terdiri atas psikolinguistik, sosiolinguistik, linguistik forensik, linguistik klinis, filologi. Dsb.

PENUTUP
Dari uraian di atas, bahasa dan linguistik memiliki hubungan yang erat. Pada artikel selanjutnya akan dibahas lebih mendalam dan rinci tentang bidang-bidang dalam linguistik. Selain itu, analisis dan dan kasus yang berhubungan dengan kebahasaan juga dibahas dalam blog ini. Jika ada pertanyaan, silakan meninggalkan tanggapat di kolom komentar di bawah. Terima kasih. (AK)

REFERENSI
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/. Diakses pada 9 Mei 2020.
Keraf, G. (1997). Komposisi: sebuah pengantar kemahiran berbahasa. Ende: Nusa Indah, 1997
Kridalaksana, H. (1983). Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia.
Muliastuti, L. (2009). Linguistik Umum. Jakarta: Universitas Terbuka.


4 komentar:

  1. Terima kasih pak. Sangat membantu��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih,,
      Jika ada pertanyaan, silakan disampaikan di kolom ini juga ya...

      Jangan lupa follow blog ini ya...
      Terima kasih

      Hapus