Bagi mahasiswa program studi pada rumpun bahasa,
baik pendidikan bahasa, sastra, maupun linguistik, pasti tidak asing dengan
kata bahasa (language) dan linguistik. Terkadang pengguaan dua
kata tersebut timpang tindih. Dalam konteks tertentu harusnya menggunakan kata bahasa,
tetapi digunakan kata linguistik. Begitu juga sebaliknya.
Terdapat perbedaan antara bahasa dengan linguistik.
Bahasa—dalam istilah bahasa Inggris yaitu language—adalah rangkaian lambang
bunyi yang digunakan dalam komunikasi manusia. Linguistik adalah ilmu atau
kajian tentang bahasa. Jadi, bahasa diibaratkan benda A, sedangkan linguistik adalah
ilmu yang mempelajari tentang benda A. Untuk memahami kedua istilah tersebut, berikut
penjelasan secara rinci tentang bahasa dan linguistik.
BAHASA
Banyak para linguis (ahli bahasa) yang memberikan
definisi tentang bahasa. Dalam KBBI, bahasa diartikan sebagai sistem lambang
bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja
sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri (Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa, 2016). Di sisi lain, Keraf (1997) mendefinisikan bahwa bahasa
adalah alat komunikasi antarelemen masyarakat yang dimanifestasikan dalam
bentuk simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dari
ketiga pengertian di atas, dapat ditarik simpulan bahwa bahasa adalah sistem simbol bunyi yang oral, arbitrer,
dan konvensional pada masyarakat tertentu dan waktu tertentu.
Dari pengertian
di atas, ciri bahasa minimal ada empat , yaitu
Sistem Lambang Bunyi
Bahasa merupakan serangkaian bunyi yang memiliki
sistematika/susunan tertentu. Misalnya, bunyi palu terdiri atas bunyi
[p]-[a]-[l]-[u]. Jika susunannya diubah menjadi [l]-[u]-[p]-[a] akan menjadi
bunyi lupa. Perbedaan susunan bunyi tersebut akan berakibat pada
pembentukan makna dan maksud yang lain.
Lalu, bagaimana dengan sistem lambang tulis? Sistem
lambang tulis dalam bahasa digunakan sebagai medium lain pada penyampaian
bahasa. Pada hakikatnya (baca: awalnya), bahasa adalah sesuatu yang berhubungan
dengan bunyi. Dalam perkembangannya—pada jaman aksara—medium bahasa dituangkan
juga pada media tulis.
Arbitrer
Secara bahasa, arbitrer berarti mana suka.
Pada zaman dahulu, untuk menyatakan suatu benda orang menamai sesuatu secara mana
suka. Untuk menyebut apapun juga secara mana suka. Disadari atau tidak, kita
pernah bertanya bagaimana kuda (hewan) disebut kuda (kata kuda). Begitupun
dengan benda yang lain, seperti paku, palu, spidol, sepatu, dan lainnya. Penamaan
benda-benda tersebut pada awalnya juga tidak ditemukan. Bahasa berasal dari
sebuah penyebutan mana suka untuk mempermudah penyampaian pesan pada masyarakat
tertentu dan dalam waktu tertentu. Artinya, seiring berjalannya waktu,
penyebutan paku juga bisa berubah.
Konvensional
Setelah bersifat arbitrer, bahasa juga bersifat
konvensional. Artinya, bahasa didasarkan pada kesepakatan bersama masyarakat
pada tempat dan waktu tertentu. Dasar dari konvensional tersebut juga tetap
pada kearbitreran masyakat pada penamaan sesuatu.
Oral
Bahasa adalah bunyi yang tersistem yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia. Suara burung beo adalah suara yang hampir sama dengan
manusia. Akan tetapi, suara yang dihasilkan beo bukanlah sebuah bahasa karena
alat ucap beo berbeda dengan alat ucap manusia. Pada linguistik akan dibahas
pada kajian fonologi tentang artikulator manusia yang digunakan untuk
menghasilkan sistem bunyi tertentu. Jadi, bahasa hanyalah milik manusia.
Seiring berjalannya waktu, makna bahasa mengalami
perluasan. Jika bahasa yang awalnya diartikan sebagai sistem simbol yang
memiliki ciri oral (dihasilkan oleh alat ucap manusia), sekarang bahasa diartikan
lebih luas sebagai sesuatu yang digunakan sebagai komunikasi manusia. Oleh karena
itu, ada beberapa linguis yang mengartikan bahwa isyarat itu juga sebagai
bahasa sehingga dikenal sebagai bahasa isyarat (tidak memiliki sistem simbol bunyi).
Hal tersebut tidak dapat dimungkiri karena bahasa dan komunikasi sangat erat
kaitannya sehingga pengembangan bahasa juga terpengaruh pada perkembangan pada
bidang komunikasi.
LINGUISTIK
Seperti yang telah dijelaskan di atas,
linguistik adalah ilmu tentang bahasa. dalam KBBI, linguistik berarti ilmu
tentang bahasa; telaah bahasa secara ilmiah (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016). Saussure menyatakan bahwa terdapat beberapa istilah
dalam mengkaji linguistik, yaitu langue, language, dan parole.
Langue berarti bahasa tertentu seperti pada fras bahasa Indonesia,
bahasa Jerman, dan sebagainya. Language berarti bahasa pada umumnya,
seperti termuat dalam kalimat manusia mempunyai bahasa, binatang tidak mempunyai
bahasa. Sedangkan parole adalah bahasa dalam wujudnya yang nyata, konkret,
yaitu berbentuk ujaran (Muliastuti, 2009). Dari istilah- istilah dari de
Saussure, dapat dikatakan bahwa objek dari linguistik adalah hal-hal yang dapat
diamati dari bahasa yakni parole dan yang melandasinya yaitu langue.
Dalam
pengkajiannya, linguistik dibagi menjadi beberapa jenis atas dasar tertentu. Kridalaksana (1983) membagi linguistik menjadi
dua bidang utama, yaitu mikrolinguistik dan makrolinguistik. Mikrolinguistik diartikan
sebagai bidang linguistik yang mempelajari bahasa yang kedudukannya sebagai
ilmu yang berdiri sendiri. Mikrolinguistik berfokus pada struktur pada bahasa
itu sendiri. Makrolinguistik adalah bidang linguistik yang mempelajari hubungan
bahasa dengan ilmu lain, seperti psikologi, sosiologi, forensik, dan lainnya. pembagian
mikro dan makrolinguistik tersebut, dapat dilihat pada gambar berikut.
Dari gambar di atas,
mikrolinguistik dibagi menjadi dua, yaitu mikrolinguistik bersifat umum
dan mikrolinguistik untuk bahasa-bahasa tertentu. Yang termasuk mikrolinguistik yang
bersifat umum terdiri atas
fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Mikrolinguistik untuk
bahasa-bahasa tertentu terdiri atas
linguistik deskriptif, linguistik historis, linguistik komparatif, linguistik
diakronis, linguistik sinkronis, dan linguistik kontranstif. Makrolinguistik terdiri atas psikolinguistik, sosiolinguistik, linguistik
forensik, linguistik klinis, filologi. Dsb.
PENUTUP
Dari uraian di atas, bahasa dan linguistik memiliki
hubungan yang erat. Pada artikel selanjutnya akan dibahas lebih mendalam dan
rinci tentang bidang-bidang dalam linguistik. Selain itu, analisis dan dan
kasus yang berhubungan dengan kebahasaan juga dibahas dalam blog ini. Jika ada
pertanyaan, silakan meninggalkan tanggapat di kolom komentar di bawah. Terima kasih.
(AK)
REFERENSI
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus
Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/.
Diakses pada 9 Mei 2020.
Keraf, G. (1997). Komposisi: sebuah pengantar
kemahiran berbahasa. Ende: Nusa Indah, 1997
Kridalaksana, H. (1983). Kamus linguistik.
Jakarta: Gramedia.
Muliastuti, L. (2009). Linguistik Umum. Jakarta:
Universitas Terbuka.

Terima kasih mas pak AK...
BalasHapusT.O.P bgt..👍👍👍👍
BalasHapusTerima kasih pak. Sangat membantu��
BalasHapusTerima kasih,,
HapusJika ada pertanyaan, silakan disampaikan di kolom ini juga ya...
Jangan lupa follow blog ini ya...
Terima kasih